• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Keislaman

Sebelum Mencoblos Surat Suara, Baca Doa dari Gus Mus Ini

Sebelum Mencoblos Surat Suara, Baca Doa dari Gus Mus Ini
KPU Republik Indonesia mengingatkan warga yang mempunyai hak pilih untuk datang ke TPS pada 14 Februari 2024. (Grafis: @KPU_ID)
KPU Republik Indonesia mengingatkan warga yang mempunyai hak pilih untuk datang ke TPS pada 14 Februari 2024. (Grafis: @KPU_ID)

Banten, NU Online Banten

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di depan mata. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah menetapkan jadwal pencoblosan atau pemungutan surat suara pemilihan umum pada Rabu (14/2/2024).



Sebelumnya, sejumlah tahapan penyelenggaraan pemilu telah dilalui. Pada 11 hingga 13 Februari 2024 KPU menetapkan masa tenang sebelum memasuki hari pencoblosan. Penetapan waktu tersebut sebagaimana Keputusan KPU Nomor 21 Tahun 2022 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024. 



Warga Negara Indonesia, khususnya yang sudah memiliki hak suara hendaknya menunaikannya dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing yang telah ditetapkan KPU. Secara umum, di TPS, pemilih akan mendapatkan lima jenis surat suara untuk kemudian dicoblos.  Surat suara pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres) berwarna abu-abu.


Lalu surat suara DPD berwarna merah. Kemudian, surat suara DPR RI berwarna kuning. Selanjutnya, surat suara untuk DPRD provinsi berwarna biru. Terakhir, surat suara DPRD kabupaten/kota berwarna hijau.



Sebelum surat-surat suara itu dicoblos, pemilih hendaknya membaca istighfar terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membaca doa sebagaimana berikut:

 

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ



Allahumma lâ tusallith 'alainâ bidzunübinâ man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ. Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami karena dosa-dosa kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.’’



Doa ini pernah disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus pada 1 Desember 2015, sebagaimana dilansir NU Online


Doa yang sama juga diajarkan dan diserukan pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu saat menghadapi Pemilu 2019.  Menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024, doa itu tentu saja masih relevan sebagai ikhtiar batiniyah agar tidak salah memilih calon pemimpin. (A Syamsul Arifin)


Keislaman Terbaru