Ketika Kitab Kuning Jadi Muatan Lokal Madrasah di Kota Serang
Sabtu, 21 Januari 2023 | 11:44 WIB
Tangerang Selatan, NU Online Banten
Terobosan dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang, Banten. Instansi yang saat ini dinakhodai Abdul Rojak itu, beberapa hari lalu melaunching pembelanjaran kitab kitab kuning sebagai muatan lokal di madrasah.
’’Pembelajaran kitab kuning yang beberapa hari lalu saya launching adalah upaya atau ikhtiar kebijakan Kantor Kemenag Kota Serang dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi anak madrasah,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Kantor Kemenag Tangerang Selatan tersebut kepada NU Online Banten, Sabtu (21/1/2023)
Dijelaskan, pembelajaran kitab kuning masuk dalam mata pelajaran muatan lokal di semua jenjang Pendidikan. ’’Mulai MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Kitab yang diajarkan berbeda-beda,’’ imbuhnya.
Abdul Rojak melanjutkan, untuk tingkat MI kitabnya adalah Akhlak lil Banin atau Akhlak lil Banat. Sedangkan untuk tingkat MTs, Ta’lim Muta’alim dan Jurumiyah. Adapun level MA memakai Kitab Taqrib.
Sebelum pembelajaran kitab kuning dilaunching pada 12 Januari 2023, sudah diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) kepada 150 guru madrasah se Kota Serang.’’Semua sudah bimtek guru madrasah. Tidak semua guru madrasah bisa baca kitab. Pada 2022, ada 150 guru yang ikut bimtek madrasah. Kami undang narasumber dari Forum Silaturahmi Pesantren untuk memberikan bekal bagi guru madrasah yang akan mengajar kitab kuning,’’ jelasnya.
Sedangkan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchurochman mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Kemenag Kota Serang.’’Ini sekaligus menjawab tantangan era global,’’ ujarnya.
Menurutnya, itu suatu keharusan. ’’Meski ini muatan lokal di madrasah. Kenapa keharusan? Karena di era medsos, banyak anak-anak kita memahami keagamaan melalui medsos atau Google,’’ pungkasnya.
Pewarta: Mutho Masyhadi
Terpopuler
1
Target Desember 2025 Selesai, Pembangunan Gedung Kampus oleh PWNU Banten Dilanjutkan
2
Rencana Presiden Prabowo Hapus Kuota Impor Bisa Rusak Produk Petani Lokal
3
Menlu Sugiono Bantah Relokasi Warga Gaza
4
Kedaulatan Pangan Terwujud jika Kebijakan Berpihak Petani
5
Ketum PBNU: Kerja Sama Multilateral Antarnegara Jadi Upaya Memerdekakan Palestina
6
Haul Satu Abad Syaikhona Kholil; dari Seminar, Tahlil, hingga Peluncuran Kitab
Terkini
Lihat Semua