• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Tokoh

KH Ma’ruf Amin; Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten (10)

Punya Wirid Khusus yang Dibaca Setiap Pagi dan Sore

Punya Wirid Khusus yang Dibaca Setiap Pagi dan Sore
KH Ma’ruf Amin. (Foto: @kyai_MarufAmin)
KH Ma’ruf Amin. (Foto: @kyai_MarufAmin)

SOSOK sebagai kiai sudah melekat dalam pribadi Ma’ruf Amin sejak masa mudanya. ’’Sejak bertemu dalam kampanye untuk Pemilu 1971, Pak Ma’ruf itu style-nya memang seorang kiai,” tutur KH Ahmad Bagdja, a’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sekjen PBNU periode 1994-1999. Bagdja saat itu menjadi aktivis Ansor Salemba yang ikut berkampanye untuk caleg-caleg dari Partai NU.

 


“Kiai Ma’ruf itu seorang ulama besar dan aktivis NU, seorang ahli fiqih dan ushul fiqih,” ujar Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 KH Said Aqil Siroj. “Kalau NU mengadakan munas (musyawarah nasional), beliaulah yang paling sibuk menyiapkan berbagai materi yang akan dibahas,” lanjutnya.

 


Kalau tinggal di Jawa Tengah atau Jawa Timur, Ma’ruf muda pasti akan dipanggil sebagai Gus. Dia putra seorang kiai yang ahli fiqih dan cucu seorang ulama yang dihormati di Banten. Dari kakeknya inilah dia mendapat ijazah doa-doa yang selalu diamalkannya.

 


Di antara doa yang dibacanya adalah Al-Muasabba’atul ‘Asyr. Doa ini berisi sepuluh macam wirid yang dibaca berulang sebanyak tujuh kali, diwiridkan setiap pagi dan sore. Doa ini bersumber dari Syekh Ibrahim at-Taimi yang memperolehnya dari Nabi Hidhir melalui mimpi. Konon, doa ini merupakan amalan para wali abdal.

 


“Kiai Ma’ruf biasanya tak bisa diganggu selepas Shalat Subuh,” terang Kiai Zulfa Mustofa, keponakan yang sudah mendampingi lebih dari 20 tahun. “Beliau baru menemui para tamu setelah jam enam pagi,” sambungnya. (M Izzul Mutho)

 


Sumber: Buku KH Ma’ruf Amin Santri Kelana Ulama Paripurna, penulis Iip Yahya


Editor:

Tokoh Terbaru