• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 30 Januari 2023

Ubudiyyah

Peristiwa Bersejarah Pada Hari Asyura

Peristiwa Bersejarah Pada Hari Asyura
Banyak peristiwa bersejarah dan penting pada sepuluh Muharram. (Foto : Nu Online)
Banyak peristiwa bersejarah dan penting pada sepuluh Muharram. (Foto : Nu Online)

Salah satu hari istimewa dalam bulan Muharram adalah Asyura. Keistimewaan Asyura’ terletak pada hari kesepuluh di bulan Muharram. Hari yang dikenal kemuliaannya sejak sebelum Islam. Banyak kisah dan peristiwa sebelum Nabi Muhammad. Pada hari Asyura juga Ahlul kitab berpuasa, bahkan kaum Quraisy juga bepuasa di hari Asyura pada masa jahiliyah. 

 

Syekh Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif hal 102, mengisahkan Dalham bin Shalih berkata: “Aku berkata kepada Ikrimah: “Asyura? Ada apa dengan hari itu?” Maka beliau menjawab: “Pada masa jahiliah, kaum Quraiys bertanya bagaimana cara bertaubatnya ketika berbuat kesalahan (dosa) yang mereka anggap besar?” Kemudian dijawab: “Dengan berpuasa Asyura, yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram.” 

 

Pada hari Asyura pula Allah Swt menerima taubatnya Nabi Adam ‘alaihisalam. Dan pada hari Asyura juga Allah Swt selamatkan Nabi Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya. Dan Allah Swt juga memberi wahyu kepada Nabi Musa ‘alaihissalam.

 

.أن مر قومك يت وبوا إيل يف أول عشراحمل رم فإذا كان يوم الع اشر فلي خرجوا إيل حىت أغفرهلم

 

Artinya: “Perintahkan kaummu untuk bertaubat di awal sepuluh Muharram. Jika telah tiba hari kesepuluh (Asyura) maka perintahkan mereka untuk keluar kepadaku sehingga aku ampuni mereka semua.”

 

Kisah dan peristiwa bersejarah banyak terjadi di bulan Asyura. Sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafat al-Qulub, hal 290.

 

أنه تيب على آدم فيه وكان خلقه فيه وفيه أدخل اجلنة وفيه خلق العرش والكرسي والسموات والشمس والقمر والنجوم وولد إبراهيم اخلليل فيه وكانت جناته من النار فيه وكذلك جناة موسى ومن معه وأغرق فرعون ومن معه فيه وفيه ولد عيسى وفيه رفع إىل السماء وفيه رفع إدريس مكاان عليا وفيه استوت سفينة نوح على اجلودي وأعطى فيه سليمان امللك العظيم وأخرج يونس من بطن احلوت .ورد بصر يعقوب عليه وأخرج يوسف من اجلب وكشف ضرأيوب وأول مطر نزل من السماء إىل اْلرض كان يوم عاشوراء

 

Maksud dari keterangan Imam al-Ghazali diatas adalah pada hari Asyura terdapat beberapa peristiwa bersejarah, antaranya: (1) Pada hari itu, Allah Swt menciptakan Nabi adam ‘alaihissalam. (2) Hari dimana Nabi Adam ‘alaihissalam dimasukkan ke dalam surgaNya, (3) Hari diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam. (4) Allah Swt menciptakan ‘Arsy, Kursy, langit, bumi, rembulan, dan bintang-bintang, (5) Hari dilahirkannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. (6) Hari ketika Allah Swt menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api, (7) Hari kemenangan Nabi Musa ‘alaihissalam dan kaumnya, serta tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya, (8) Hari dilahirkannya Nabi Isa ‘alaihissalam. dan diangkat ke langit, (9) Hari diangkatnya Nabi Idris ‘alaihissalam di tempat yang luhur, (10) Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh ‘alaihissalam diatas bukit, (11) Hari saat Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mendapatkan kerajaan yang agung, (12) Hari dikeluarkannya Nabi Yunus ‘alaihissalam dari perut ikan besar, (13) Hari dikembalikannya penglihatan Nabi Ya’qub ‘alahissalam, (14) Hari dikeluarkannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dari lubang (sumur kosong), (15) Hari hilangnya kesulitan Nabi Ayyub ‘alaihissalam, (16) Dan menjadi hari dimana hujan yang pertama kali turun dari langit ke bumi.

 

Setelah Islam datang. Hari kesepuluh bulan Muharram dimuliakan oleh Rasulullah. Sebagai bentuk memuliakannya, Rasulullah Saw mewajibkan para sahabat berpuasa di hari Asyura sebelum adanya perintah puasa bulan Ramadhan.

 

Dalam hadits, Rasulullah Saw menjelaskan: 

 

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

 

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa’i, No: 1614)

 

Sejak itu, Rasulullah melakukan puasa di hari Asyura. Namun tak hanya di hari Asyura pada sepuluh Muharram. Nabi juga melakukan puasa di hari kesembilan. Supaya bisa membedakan ajaran Islam  berpuasa dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani masa itu.

 

Ibnu Abbas meriwayatkan:

 

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم وأبو داود)

 

Artinya : “Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah Saw wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

 

Keterangan tersebut menjelaskan kepada kita. Berpuasa pada bulan Muharram tak hanya dilakukan pada hari Asyura saja, tapi dianjurkan kepada kita untuk melakukan puasa pada hari kesembilan dan kesepuluh di bulan Muharram. Yakni berpuasa di hari Tasu'a dan Asyura.

 

Dengan demikian, pada bulan Muharram. Di hari Asyura banyak peristiwa dan kisah bersejarah yang patut diketahui oleh kita semua. Agar bisa mengambil kebaikan dari kisah Nabi-nabi terdahulu. Wallahu a’lam.

 

 

Penulis : Arfan

Editor : Ari Hardi
 


Editor:

Ubudiyyah Terbaru