• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Banten Raya

Membumikan NU, PCNU Tangsel Halalbihalal Keliling hingga Ranting

Membumikan NU, PCNU Tangsel Halalbihalal Keliling hingga Ranting
PCNU Tangerang Selatan menggelar halalbihalal di Graha Aswaja NU. (Foto: NU Online Banten/M Izzul Mutho)
PCNU Tangerang Selatan menggelar halalbihalal di Graha Aswaja NU. (Foto: NU Online Banten/M Izzul Mutho)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan (Tangsel) H Abdullah Mas’ud mengatakan, pihaknya akan segera melaksanakan halalbihalal ke semua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Ranting NU.

’’Malam ini (Selasa, 2/5/2023) mengadakan halalbihalal di tingkat PCNU. Alhamdulillah lengkap, jajaran syuriyah dan tanfidziyah banyak yang hadir. Juga pengurus lembaga dan badan otonom,’’ ujar pria asal Gresik pada halalbihalal PCNU Tangsel yang digelar setelah istighotsah rutin di Graha Aswaja NU Tangsel, Selasa (3/5/2023) malam.

Setelah itu, lanjut suami Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah itu, PCNU akan keliling ke tujuh kecamatan dan 54 kelurahan yang ada di Tangsel. ’’Berikutnya halalbihalal di 7 MWCNU. Setelah rampung, berikutnya ke 54 Ranting NU,’’ imbuh pria yang akrab disapa Gus Mas’ud itu.

Untuk tempat halalbihalal saat keliling, terutama di level ranting, adalah di masjid atau kelurahan. ’’Sekalian biar lebih banyak yang tahu tentang NU. Lebih dari itu, membumikan NU di level bawah,’’ tegasnya.

Sedangkan Wakil Rais Syuriyah PCNU Tangsel KH Tafsir Munir dalam tausiyahnya menjelaskan, halalbihalal tidak sekadar silaturahim. Tapi saling memaafkan untuk seterusnya. Halal dengan cara yg halal. Melakukan sesuatu kebaikan dengan cara baik,’’ katanya.

Tradisi halalbihalal, lanjutnya, hanya ada di Indonesia. Terutama digelar setelah Ramadhan. Tepatnya pada Lebaran. ’’Hendaknya kita rawat tradisi ini,’’ pesannya.

Adapun narasi minal ‘aidin wal faizin yang sering diucapkan saat Idul Fitri, lanjutnya, ashabul wurudnya adalah ketika Perang Badar. Saat melepas pasukan, disampaikan kalimat tersebut dengan harapan, semoga kembali dan dapat kemenangan. Pada perkembangannya kemudian itu diucapkan saat Idul Fitri.’’Dalam Islam, setelah puasa Ramadhan sebulan, lalu momentum Lebaran layak disematkan kepada mereka meraih kemenangan dan kembali ke fitri,’’ imbuhnya di depan puluhan Nahdliyin yang hadir. Setelah tausiyah dilanjutkan salaman dan makan bersama.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, H Abdullah Mas’ud minta Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tangsel segera menginisiasi kepengurusan sampai tingkat ranting. ’’Fatayat harus melakukan percepatan pengurus ranting, LKD (latihan kader dasar) diadakan kembali,’’ tegasnya saat arisan literasi digital sekaligus buka bersama dan nuzulul Qur'an bertajuk mengurangi hoaks dan ghibah di bulan suci Ramadhan di Graha Aswaja NU, Ciputat, Tangsel, Rabu (12/4/2023).

Dijelaskan, dengan kaderisasi dapat mengenalkan nilai-nilai ke-Nuan. ’’Dikenalkan Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdliyah, khususnya di Tangerang Selatan. Miris di Tangsel, karena menurut BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) masih zona merah dalam hal terorisme,’’ imbuhnya.

Terpisah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkot Tangsel Heli Slamet yang juga pengurus NU Tangsel, mengatakan, keberadaan NU sangat penting ada di level bawah untuk membendung intoleransi dan radikalisme.‘’Catatan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Tangsel masih merah. Semoga ke depan bisa kuning. Syukur hijau,’’ harapnya sembari memberi contoh beberapa kasus teroris yang ditangkap di Tangsel, beberapa waktu silam.

Bahkan, lanjut Heli, ada satu keluarga dari Tangsel yang saat ini masih di Syuriah yang terlunta-lunta dan tidak punya paspor lagi. ’’(Butuh) NU mengakar sampai masjid dan bawah. Mari kita kawal warga kita agar tidak terprovokasi ajaran yang bisa bikin menyesal. Diperlukan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) membumi di Tangsel,’’ tegasnya saat menyampaikan sambutan pada Semarak Ramadhan yang digelar PCNU Tangsel di Halaman Garaha Aswaja NU, Tangsel, Ahad (9/4/2023).

Dia juga mengingatkan ratusan orang yang berikrar kembali setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, tahun lalu. Sekadar diketahui, sebanyak 270 mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) yang berasal dari Kota Tangerang Selatan, berikrar kembali setia NKRI. Ikrar tersebut disampaikan di hadapan Pemerintah Kota Tangsel dan Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Aula Blandongan, Kantor Wali Kota Tangsel pada Senin (5/12/2022).

Pewarta: M Izzul Mutho


Banten Raya Terbaru