• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 26 September 2022

Nasional

Ketua PB KOPRI PMII: Perempuan Guru Pertama Penerus Generasi Bangsa

Ketua PB KOPRI PMII: Perempuan Guru Pertama Penerus Generasi Bangsa
Ketua Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Maya Muizzatil Lutfillah pada saat pembukaan ASEAN Woman Interfaith Camp. (Foto: Istimewa)
Ketua Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Maya Muizzatil Lutfillah pada saat pembukaan ASEAN Woman Interfaith Camp. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online Banten

Perempuan adalah seseorang yang mengerjakan banyak hal dalam kehidupan ini. Namun seringkali terlupakan dan tidak mendapatkan apresiasi. Peran perempuan mampu melakukan banyak hal demi kehidupan generasi selanjutnya untuk lebih baik. 

 

Demikian disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Maya Muizzatil Lutfillah pada saat pembukaan ASEAN Woman Interfaith Camp yang digelar di Hotel Acacia, Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (22/8/2022).

 

"Perempuan adalah guru pertama bagi generasi penerus bangsa. Mereka mengajarkan ilmu pengetahuan, life skill dan nilai-nilai moral, sedari kita kecil hingga dewasa dan siap menghadapi dunia," kata Maya. 

 

Perempuan, kata Maya, merupakan agen kasih sayang. Mereka berperan menyebarkan kasih sayang dan kebahagiaan dimanapun berada. Tidak hanya pada keluarganya, namun juga pada lingkungannya. Perempuan memiliki kepedulian dalam menjaga keharmonisan di sekitarnya, tidak terbatas oleh suku, bangsa dan agama.

 

"Karena tidak ada agama yang mengajarkan kebencian, semua agama mengajarkan cinta, kasih sayang, perdamaian, menghargai satu sama lain dalam perbedaan, Kita tumbuh dengan cinta dan kasih sayang dari ibu-ibu kita," ujarnya.

 

Perempuan sebagai calon ibu, lanjut Maya, merupakan guru spiritual pertama bagi anak di dalam sebuah keluarga. Dan sebagai calon ibu, ia yakin setiap perempuan pun akan melakukan hal yang sama. 

 

"Saya yakin semua orang disini setuju bahwa setiap agama mengajarkan kasih sayang, perdamaian dan kebaikan," kata Maya.

 

Maya menyampaikan berbagai perbedaan yang ada di setiap agama sangatlah penting. Seperti budaya, cara ibadah, keyakinan dan latar belakang. Melalui perbedaan ini menjadi dasar terciptanya harmoni setiap agama yang dapat mencegah intoleransi dan kerusakaan yang terjadi akibat perbedaan. 

 

"Keharmonisan agama sangatlah penting, karena setiap agama datang dengan aturannya masing-masing untuk kehidupan pemeluknya. Jika adanya perpecahan atau konflik yang diakibatkan oleh intoleransi terhadap perbedaan agama, maka akan mendatangkan kerusakaan yang parah bagi manusia," ujarnya.

 

Namun begitu, kata Maya terdapat satu hal yang dapat dilakukan sebagai manusia. Terlebih sebagai perempuan yang akan menjadi guru spiritual pertama bagi anak kelak. 

 

"Melihat berbagai kebaikan di dalam perbedaan dengan agama-agama lain akan membuat kita lebih mengerti satu sama lain, dg ini maka akan membuat kita menjadi manusia yang dapat mengamalkan ajaran agamanya dengan lebih baik," tandas Maya.


Nasional Terbaru