• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Tokoh

KH Ma’ruf Amin; Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten (12-Habis)

Ingin Bangsa Ini Memiliki Perilaku Positif, Agamis, Dinamis, Kreatif, dan Santun

Ingin Bangsa Ini Memiliki Perilaku Positif, Agamis, Dinamis, Kreatif, dan Santun
KH Ma’ruf Amin. (Foto: @kyai_MarufAmin)
KH Ma’ruf Amin. (Foto: @kyai_MarufAmin)

’’SAYA memang sudah tua,” ujar KH Ma’ruf Amin dengan santai, menepis keraguan banyak orang yang meremehkan kemampuannya yang kini sebagai wakil presiden membersamai Presiden Joko Widodo (Jokowi). ’’Saya menerima kepercayaan dari Pak Jokowi, bukan untuk saya sendiri, tetapi untuk generasi muda Indonesia. Saya ingin membantu Pak Jokowi untuk melanjutkan upayanya di dalam menyiapkan landasan. Beliau ini yang memantapkan runway-nya, supaya Indonesia pada 2024 dapat tinggal landas. Saya ingin membantu untuk menerapkan Nawacita jilid dua, agar negara ini pada 2024, tidak lagi disibukkan konflik ideologis. Kita ingin memastikan, Indonesia bisa lebih fokus mengem- bangkan diri ke arah yang lebih baik.”

 


Jika masyarakat Islam Indonesia selama ini merasa terpinggirkan secara ekonomi, Kiai Ma’ruf Amin telah menyiapkan konsep arus baru ekonomi Indonesia sebagai solusinya. Suatu konsep yang berdasarkan syariah Islam dan telah melalui kajian mendalam, yang lebih berpihak kepada kaum mustad’afin (terpinggirkan).

 
 
 

“Karena arus lama itu neoliberal, melahirkan konglomerasi dengan menggunakan teori trickle down effect, menetes ke bawah, tetapi ternyata tidak netes-netes ke bawah. Yang atas makin kuat yang bawah makin lemah,” papar Kiai Ma’ruf.



Kolaborasi pemberdayaan ekonomi diharapkan bisa menyempitkan kesenjangan seluruh lapisan masyarakat. Pemberdayaan juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi produk-produk lokal agar bisa bersaing secara global. Konsep ini ditunjang dengan penguatan pemberdayaan melalui redistribusi aset, tanah, lahan yang ada di negara ini dibagikan kepada pengusaha kecil, koperasi, pesantren, agar mereka tumbuh jadi pengusaha yang kuat. “Saya ingin bangsa ini memiliki perilaku positif, agamis, dinamis, kreatif, santun, dan berkemajuan,” tegas Kiai Ma’ruf.



Kini, dia tinggal diberi kesempatan untuk membuktikan kebenaran konsep itu, dan masyarakat Muslim Indonesia, hendaknya ikut mendukungnya. Semoga terwujud. (M Izzul Mutho/Habis)

 


Sumber: Buku KH Ma’ruf Amin Santri Kelana Ulama Paripurna, penulis Iip Yahya


Tokoh Terbaru