• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Senin, 17 Juni 2024

Opini

Transformasi Gerakan Pemuda Ansor Menyongsong Generasi Indonesia Emas

Transformasi Gerakan Pemuda Ansor Menyongsong Generasi Indonesia Emas
Penulis dengan ketua umum PP GP Ansor. (Foto: Arfan Effendi)
Penulis dengan ketua umum PP GP Ansor. (Foto: Arfan Effendi)

SEJAK berdirinya Gerakan Pemuda Ansor pada 24 April 1934 (10 Muharram 1335 H) silam. Genap sudah usianya memasuki angka 90 tahun. Meski mewadahi generasi muda Nahdlatul Ulama. Usianya tidak bisa lagi dianggap muda. Sejarah dan waktu telah berkali-kali menempa organisasi ini untuk berkembang menjadi semakin matang.

 

Lahir dari rahim NU, GP Ansor telah berdiri dengan semangat perjuangan dan kepahlawanan. Merujuk fakta sejarah yang tidak terbantahkan, bahwa GP Ansor telah gagah berdiri melawan penindasan penjajah. Memperjuangkan kemerdekaan, penumpasan G 30 S-PKI, hingga menjadi garda terdepan dalam meredam radikalisme yang menggerogoti bangsa Indonesia.

 

Meski begitu, tantangan zaman kedepan akan berbeda dengan apa yang akan dihadapi 90 tahun silam. Ada banyak tantangan dan perubahan yang akan terjadi. Seperti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, geopolitik dunia, hingga kesenjangan ekonomi.

 

Namun, salah satu yang menjadi tantangan hari ini adalah kesenjangan generasi (GAP Generation). Perbedaan paradigma antara Gen Y (millenial), Zoomer (Z) dan generasi Alpha. Mempengaruhi pola interaksi sosial masyarakat hari ini. Sehingga, gerakan sosial, kultural, hingga tatacara keberagamaan mengalami bias dalam memaknai sebuah nilai.

 

Perubahan sosial yang begitu sangat cepat menjadi penanda, bahwa GP Ansor diharuskan adaptif menyesuaikan kebutuhan zaman. Mengaktualisasikan diri dengan karya dan konsisten dalam berkontribusi untuk negeri. Sehingga tidak tenggelam akibat derasnya kemajuan dunia modern saat ini.

 

Peringatan harlah ke-90 tahun harus menjadi sebuah refleksi. Dirasa perlu mendesain ulang kontribusi arah dan gerakan. Bertransformasi diri untuk berkhidmat melalui gerakan kultural, dan spiritual. Teguh menguatkan nilai-nilai kebangsaan. Konsisten melakukan penguatan sumberdaya manusia menuju kemandirian ekonomi, serta Istiqomah dalam mengamalkan dan menggerakkan ahlussunah wal jama'ah An Nahdliyah.

 

Tantangan Gerakan Kultural

Sebagai upaya menyongsong generasi emas 2045. Saat ini, GP Ansor dihadapkan dengan kesenjangan generasi (GAP Generation) dan modernisme. Karena lingkungan dan keadaan yang berubah-ubah seiring berjalannya waktu, ada perbedaan yang kontras diantara generasi millenial (Y), zoomer (Z), dan generasi Alpha. Ditambah merebaknya polarisasi informasi atas pesatnya perkembangan dunia digital.

 

Konsistensi dakwah dan syiar Islam Ahlussunah wal Jama'ah harus terus dilakukan. Sebagaimana gerakan kultural seorang santri dalam menjaga silsilah keilmuan dari para guru di pesantren. Perlunya inovasi dalam menjaga kearifan nilai-nilai beragama di Indonesia. Refleksi juga diharapkan, bahwa kader GP Ansor harus mampu beradaptasi serta berinovasi dengan perkembangan dan kemajuan dunia global.

 

Gerakan kultural merawat tradisi masih menjadi tantangan. Dan perlu penyesuaian zaman ditengah kondisi GAP Generasi saat ini. GP Ansor harus berperan dan merangkul lintas generasi. Melakukan penguatan nilai-nilai karakter generasi muda. Melalui gerakan spiritual secara konsisten melalui tradisi, dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama untuk meneguhkan harmoni kebangsaan.

 

Sebagaimana prinsip al-muhafadzah 'ala al-qadim al-shalih, wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik. GP Ansor perlu meramu pola gerakan kultural agar tradisi dan amaliah beragama NU tetap terjaga. Menjaga dan Istiqomah mengamalkan amaliah - amaliah beragama Ahlussunah wal Jama'ah An Nahdliyah.

 

Melalui gerakan kultural ini GP Ansor perlu menanamkan nilai-nilai tradisi keagamaan ahlussunah wal jama'ah kepada generasi selanjutnya. Dan melalui gerakan kultural ini, diharapkan generasi mendatang tidak tercerabut karakternya sebagai bangsa Indonesia dari corak keislaman dan kebangsaan yang sudah dibangun.

 

Katalisator Pembangunan Sumberdaya Manusia

Hari ini, perubahan sosial bergerak sangat cepat dan signifikan tanpa mengenal waktu. Berkembang pesatnya teknologi telah melampaui batas norma dan etika. Diantara ancamannya itu adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Bagai dua mata pisau, AI bisa menjadi peluang dan juga ancaman.

 

Tanpa adanya pembangunan sumberdaya manusia. Perlahan, AI berdampak pada kestabilan sosial. Seperti, tenaga kerja manusia akan digantikan oleh mesin. Hilangnya berbagai profesi pekerjaan akan membuat angka pengangguran meroket tajam. Usia produktif atau bonus demografi yang seharusnya menjadi keuntungan. Bisa berubah menjadi ancaman demografi.

 

Untuk menyusun bonus demografi tersebut, peningkatan kapasitas, dan peningkatan kompetensi harus segera dilakukan. Pengembangan dan penguatan sumberdaya diperluas menjangkau lintas generasi. Menyongsong generasi Indonesia emas 2045 yang cakap dan memiliki kepemimpinan yang berintegritas. Namun tidak lupa akar identitasnya.

 

Meski, hari ini gerakan nyata sudah dilakukan GP Ansor melalui penguatan kepemimpinan dengan kaderisasi. Peta jalan dalam membangun generasi masih perlu dilakukan secara komprehensif. Bersama-sama membangun dan melahirkan generasi yang cakap dan berintegritas dimasa yang akan datang.

 

Dari generasi sebelumnya, GP Ansor telah melahirkan generasi pemimpin yang cakap dan memiliki identitas. Kader GP Ansor mempunyai peran dalam menciptakan generasi emas. Sebagai masa depan NU dan NU masa depan. Kecakapan kapasitas itu diharapkan terwujud melalui gerakan kultural GP Ansor.

 

Pasca Kongres GP Ansor ke-16 diatas KM Kelud beberapa waktu yang lalu. Kepemimpinan saat ini memberikan energi baru untuk kader GP Ansor. Selain meneruskan yang telah dibangun oleh Gus Yaqut. Addin Jauharuddin sebagai nakhoda GP Ansor akan berfokus pada pembangunan sumberdaya manusia dan mewujudkan kemandirian ekonomi kader.

 

GP Ansor berupaya konsisten sebagai katalisator pembangunan generasi menyongsong generasi Indonesia emas. Peta jalan yang sedang dibangun oleh GP Ansor. Mengarah pada pembangunan spiritual, dan sosial. Menjadikan GP Ansor sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas keislaman dan kebangsaan Indonesia.

 

Memasuki abad kedua NU dengan sikap optimis. Perencanaan strategis melalui transformasi organisasi dan penciptaan SDM unggulan. Kemudian, dimasa depan akan membuat NU dapat berbuat banyak di sektor ekonomi. Tentunya, hal ini memberi harapan akan hadirnya masa depan generasi emas Indonesia.

 

Karena, dimasa depan itu, NU tidak hanya kokoh dengan pendidikan umat, merawat bangsa, integrator berbagai komponen, penggerak perdamaian dan keadilan global. GP Ansor berperan sebagai masa depan NU. Berupaya dalam mewujudkan SDM unggul dan mandiri dalam ekonomi.

 

Rumah Produktif Ansor

Sebagai salah satu ikhtiar untuk memberikan ruang dan sarana pembangunan SDM. Kedepan, GP Ansor Kota Tangerang akan meluncurkan Rumah Produktif Ansor. Wadah ini diharapkan bisa menjadi katalisator pembangunan, pengembangan dan penguatan kapasitas sumberdaya manusia di Kota Tangerang.

 

Lokomotif ini memberikan ruang untuk pemberdayaan kader dalam pengembangan inovasi dan kreatifitas. Mewadahi penguatan melalui berbagai pemberdayaan SDM. Untuk berupaya menguatkan sumberdaya manusia, khususnya anak-anak muda NU di Kota Tangerang.

 

Sehingga, melalui Rumah Produktif Ansor bisa melahirkan generasi yang beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ditengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, hal demikian perlu ditopang dengan semangat kebersamaan untuk bertumbuh. Perlu sinergitas dan kesadaran kolektif dalam membangun SDM.

 

Selain itu, wadah ini diharapkan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi kader. Memberikan ruang untuk membangun jejaring dalam penguatan ekonomi. Juga, mempersiapkan inkubasi ekonomi bagi kader-kader GP Ansor Kota Tangerang dan anak muda lainnya. Dengan harapan, kemandirian ekonomi kader bisa terwujud. 

 

Dengan spirit Nahdlatut Tujjar, GP Ansor Kota Tangerang bergerak maju membangun dan melahirkan entrepreneur muda. Penguatan ekonomi dilakukan menuju kemandirian ekonomi kader. Melalui hal itu, GP Ansor Kota Tangerang berusaha memberikan kontribusi nyata untuk kemaslahatan agama dan masyarakat di kota Tangerang.

 

GP Ansor Kota Tangerang tidak hanya konsisten dalam gerakan kultural keagamaan. Namun juga berusaha untuk memberikan kontribusi nyata. Dalam pengembangan, penguatan, dan pemberdayaan anak-anak muda untuk meningkatkan berbagai peluang dan potensi diri. Sehingga, bonus demografi tidak hanya menjadi harapan semata, tapi juga bisa diwujudkan.

 

Rumah Produktif Ansor diharapkan memberikan warna baru untuk organisasi kepemudaan di kota Tangerang. Melahirkan generasi muda yang cakap dan berintegritas. Mengajak dan memberikan contoh kepada organisasi kepemudaan lain untuk berkolaborasi membangun kota. Dalam meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, khususnya anak muda yang cakap kepemimpinan dan berkarakter.

 

Arfan Effendi, Wakil Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Bidang Kajian Strategis dan Opini Media


Editor:

Opini Terbaru