• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Ramadhan

Menjadi Insan yang Bermanfaat

Menjadi Insan yang Bermanfaat
Sedekah. (Foto: NU Online)
Sedekah. (Foto: NU Online)

Terkadang sebagian kita ada yang merasa belum memberikan manfaat, ada yang merasa tidak mampu memberikan manfaat, atau merasa masih sedikit memberi manfaat dan seterusnya. Semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam menilai hal tersebut. 


Sederhana sebenarnya saat mencoba menjadi insan bermanfaat, rumus yang sering disampaikan oleh Rasulullah:


ابدأ بنفسك ثم بمن تعول


Artinya: “Mulailah dari dirimu, kemudian kepada orang yang d ibawah tanggung jawabmu“ (HR. Ahmad dan Muslim )


Yaa.. mulailah dari dirimu sendiri untuk menjadi manfaat, sebelum kemudian memberi manfaat untuk yang ada di bawah tanggung jawabmu. Menjadikan diri kita rajin melaksanakan shalat adalah manfaat untuk diri sendiri, terlebih ketika kita mengajak dan mendakwahi orang lain untuk melksanakan shalat, maka sudah belajar menjadi manfaat kepada orang lain. Mencontohkan sering bersedekah adalah manfaat untuk diri sendiri karena pahala kebiakannya akan dikembalikan untuk diri kita. QS Al-Baqarah Ayat 261:


مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ


‘’Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.’


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR Muslim)


Hal berikutnya yang bisa menjadi motivasi dalam berbuat baik dan bermanfaat adalah mulailah dengan yang kecil terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW bersabda , Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu,: 


بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً


“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR Bukhari)


Hadits tersebut merupakan metode pembiasaan yang sangat bagus dan melatih kotinyuitas dalam menjadikan seseorang bermafaat. Sampaikan atau contohkan satu kebaikan dulu, kemudian konsisten dalam melaksanakannya, maka akan menjadi energi positif untuk kemudian menambah manfaat lainya. 


Rumus ketiga dalam belajar menjadi insan yang manfaat adalah, mulailah saat Ini juga. Musuh yang nyata buat seseorang untuk memulai menjadi manfaat dan menebar manfaat yang baik adalah malas, takut memulai, dan tidak percaya diri. Ditambah lagi dengan godaan setan yang terkutuk yang selalu membisikkan keraguan dalam hati manusia, menjadi salah satu penghalang untuk berbuat manfaat. Allah berfirman, “Katakanlah, aku berlindung dengan Rabb manusia. Penguasa manusia. Sembahan manusia. Dari waswas (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (Yang berasal) dari jin dan manusia.” (QS an-Naas: 1-6)


Maka untuk mengalahkan rasa waswas, malas, dan takut, mulailah dengan mengucapkan bismillahirrohmaanirrohim, lalu mulailah berbuat yang manfaat saat ini juga, dimulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil. Jangan menunda kebaikan karena gangguan akan datang dari depan, belakang, kanan, dan kiri. Jika sudah kita melangkah, maka Allah akan menjaga dan memberikan jalan kebaikan.


Nabi Muhammad SAW bersabda, ketika ditanya oleh seorang Arab Badui:


يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ


“Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?”  Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR: Tirmidzi)


Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir bersabda:


خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).’’  


Jadi, orang-orang yang mau dan mampu memberikan manfaat, sesungguhnya tidak dimonopoli oleh satu kelompok saja, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja, terutama untuk diri sendri yang akan menebar kebermanfaatnnya untuk orang lain dan alam, melalui rumus yang telah diajarkan oleh agama kita. Mulailah dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan mulailah saat ini juga.


Wallahu a'lam


Abdulah Faqih, Bendahara Lembaga Dakwah NU Tangsel
Editor: M. Izzul Mutho


Editor:

Ramadhan Terbaru