• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

Kepala BPIP RI: Pancasila Falsafah Bangsa

Kepala BPIP RI: Pancasila Falsafah Bangsa
Acara Bedah Buku'Salam Pancasila sebagai Salam Kebangsaan' di Hotel Aston Cilegon Boutique Hotel, pada Selasa (28/06/2022) siang. (Foto:Pewarta)
Acara Bedah Buku'Salam Pancasila sebagai Salam Kebangsaan' di Hotel Aston Cilegon Boutique Hotel, pada Selasa (28/06/2022) siang. (Foto:Pewarta)

Kota Cilegon, NU Online Banten

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Profesor Yudian Wahyudi mengatakan, Islam diwahyukan pada zaman ekonomi agraris tepatnya abad ketujuh. Pada abad itu, kata Prof Yudian, Islam menjadi salah satu corak yang menunjukkan kemakmurannya. 

 

"Surga-Nya dunia terlihat jelas terdapat di Indonesia, lebih tepatnya Jawa Bagian Barat karena menunjukkan kemakmuran contoh dunia." Ungkap Profesor Yudian pada saat acara bedah buku 'Salam Pancasila sebagai Salam Kebangsaan' di Hotel Aston Cilegon Boutique Hotel, pada Selasa (28/06/2022) siang.

 

Profesor Yudian menuturkan, unsur kemakmuran tersebut sudah tertuang konsep Assholatu Mi'rojul Mukminin. Hal itu salah satunya tertuang pada lafal Adzan 'Hayya Alal Falah' yang mempunyai arti menuju kemenangan. 

 

Hal tersebut, kata Prof Yudian mengandung unsur teologi atau ketauhidan masyarakat Indonesia. Dalam terminologi bahasa Arab terdapat lafal 'Fallah' memiliki arti peran petani yang menunjukkan unsur kemakmuran. 

 

"Indonesia Jawa Bagian Barat terdapat pusat-pusat air, ekonomi, politik hingga peradaban. Semuanya sudah lengkap." Kata Profesor Yudian.

 

Profesor Yudian menambahkan, masyarakat Muslim memiliki perintah beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan sujud sebanyak 34 kali sehari. 

 

"Itu memiliki orientasi untuk Muslim supaya dekat dengan tanah dan air yang tidak akan pernah habis sampai penghujung dunia." Ujar Profesor Yudian.

 

Kendati demikian, Profesor Yudian mengatakan Ketika Pancasila diproklamirkan pada waktu Khilafah dibubarkan. Selain itu Pancasila adalah bagian dari hasil sumpah pemuda. Pancasila mampu membebaskan dan mempersatukan 57 kerajaan yang ada di Nusantara dengan cetusan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

 

"Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang paling kaya di muka bumi dengan keteguhan falsafah bangsa. Dan ini harus kita syukuri jangan dipertentangkan." Pungkas Profesor Yudian. 

 

Pewarta: Taufik Hidayat at-Tanari


Banten Raya Terbaru