• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 31 Mei 2024

Tokoh

Lebih Dekat Sejenak dengan Gus Rozin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Periode 2024-2029

Lebih Dekat Sejenak dengan Gus Rozin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Periode 2024-2029
KH Abdul Ghoffar Rozin. (Foto: X/@gusrozindotid)
KH Abdul Ghoffar Rozin. (Foto: X/@gusrozindotid)

PENGASUH Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, KH Abdul Ghoffar Rozin terpilih sebagai ketua tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029. Kepastian itu ditetapkan melalui Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI NU Jawa Tengah yang dilangsungkan di Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Selasa-Rabu (5-6/3/2024). Konferwil juga memutuskan Pengasuh Pesantren Al-Itqon Bugen Kota Semarang KH Ubaidullah Shodaqoh, kembali terpilih sebagai rais syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Kiai Abdul Ghaffar Rozin atau biasa disapa Gus Rozin merupakan putra angkat dari KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan pesantren di bawah didikan langsung Kiai Sahal dan Nyai Nafisah di lingkungan Kajen Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.



Sebagaimana diketahui, sebagaimana dilansir NU Online, Kiai Sahal pernah menjabat sebagai rais ‘aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 1999-2014 dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2000-2014. Sementara Nyai Nafisah masuk ke dalam jajaran mustasyar PBNU masa khidmat 2022-2027 dan diamanahi memimpin Muslimat NU Jawa Tengah selama 2 periode (1993-2005).

 


Masa kecil Gus Rozin dihabiskan menimba ilmu di Kajen, Pati. Ini dibuktikan selama mengenyam pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI) hingga madrasah aliyah (MA), tepatnya di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Dia lulus MI pada 1988, lulus madrasah tsanawiyah (MTs) pada 1992, dan lulus MA pada 1995.


Selepas itu, sempat nyantri di Pesantren Fathul Ulum Kwagean, Kediri hingga 1998. Setelah sekitar 3 tahun di Kwagean, Kediri, Gus Rozin meneruskan studi di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah Jakarta. Setelah menyelesaikan studi di Jakarta, Gus Rozin melanjutkan studi di Monash University Australia, mengambil jurusan manajemen pendidikan. Menyelesaikan studinya di Australia dengan Gelar M.Ed (Master of Education) pada 2004. Kemudian pada 2023, Gus Rozin berhasil menyelesaikan studi doktoralnya (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.



Sejak muda, Gus Rozin dikenal aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ini dibuktikan dengan keterlibatannya sebagai pengurus di badan otonom (banom) maupun lembaga NU. Pada 1998-2001, Gus Rozin tergabung sebagai salah satu Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU). Lalu 2000-2004, sebagai pengurus Departemen Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor).



Selain menjadi pengurus banom NU, Gus Rozin juga pernah menjadi pengurus lembaga NU. Pada 2010-2013, menjadi wakil ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PBNU. Selanjutnya pada 2013-2015, menjadi ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah.  Pada 2015-2021, suami Ning Tutik Nurul Jannah ini diamanahi menjadi ketua RMI PBNU.  Kemudian pada kepengurusan PBNU masa khidmah 2022-2027 ini, Gus Rozin menjadi katib syuriyah.  Kini, Gus Rozin terpilih sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029.



Selain berkhidmah kepada NU, Gus Rozin juga pernah diamanahi beberapa posisi. Di antaranya, anggota Dewan Ketahanan Pangan Nasional (2017-2020), staf khusus presiden RI Bidang Keagamaan Dalam Negeri (2017-2019), anggota Tim Komunikasi Sosial Kementerian Sekretariat Negara RI, dan wakil sekretaris Jenderal MUI Pusat (2020-sekarang).



Di samping itu, sebagai Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (2021-sekarang), Dewan Pengarah Badan Arbitrase Syariah Nasional (2021-sekarang), dan ketua Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia (2022-sekarang).


Terobosan atau aktivitas menarik yang pernah dilakukan Gus Rozin di antaranya promotor Gerakan Nasional Ayo Mondok, terlibat aktif dalam mengadvokasi lahirnya Hari Santri, terlibat aktif mengadvokasi terbitnya UU Pesantren, pengembangan program Peningkatan Kualitas Kebersihan dan Kesehatan Pesantren melalui gerakan Pesantrenku Bersih, Pesantrenku Keren, dan sebagi ketua Liga Santri Nasional (LSN).



Sebagai seseorang yang peduli kepada dunia pendidikan, Gus Rozin memiliki beberapa keterlibatan seperti menjadi pembantu direktur I Perguruan Islam Mathali’ul Falah Bidang Kurikulum pada 2005-2017, rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) pada 2008 hingga sekarang, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati mulai 2014 hingga sekarang, dan Dewan Pertimbangan Direktur Perguruan Islam Mathali’ul Falah mulai 2017 sampai sekarang.



Sementara itu, sebagaimana dilansir NU Online Jateng, usai terpilih sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jateng, Gus Rozin menyampikan akan sam'an wa tha'atan kepada para kiai dan syuriyah dalam menjalankan amanat Konferwil XVI NU Jateng. "Melalui konferwil ini warga NU Jateng telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Nahdliyin mampu menunjukkan kedewasaannya dalam berdemokrasi dengan baik. Konferwil NU Jateng telah berlangsung lancar, terbuka, dan dinamis tidak ada gejolak," ungkapnya. (Samsul Huda, Ahmad Hanan)


Tokoh Terbaru