• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 31 Mei 2024

Opini

39 Tahun Lakpesdam PBNU di Antara Mimpi dan Harapan Abad II

39 Tahun Lakpesdam PBNU di Antara Mimpi dan Harapan Abad II
Ucapan harlah untuk Lakpesdam. (Grafis: NUOB/Reno S.)
Ucapan harlah untuk Lakpesdam. (Grafis: NUOB/Reno S.)

LEBIH dari sepertiga hidup saya tidak lepas dari dinamika Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Memulai sebagai kader pemula, eksekutif, hingga pengurus, menggambarkan perjalanan tak hanya panjang namun bermakna.



Lakpesdam kini menginjak usia 39 tahun. Andai manusia, mungkin bagi sebagian orang dianggap berada di puncak keemasan dalam karir dan sumbangsih nyata. Bagi saya ini titik balik mengambil langkah transformasi lebih jauh lagi. Lebih dari mengabdi, tapi mengemban amanat abad ke-2 Nahdlatul Ulama. Lakpesdam harus bisa memberikan kepastian, tidak hanya bertahan tapi tumbuh lebih progresif, dinamis, dan mewarnai zaman.



Dengan latar belakang sebagai lembaga yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Lakpesdam punya tanggung jawab menghadapi tantangan masa depan. Tantangan yang tidak hanya kompleks tapi juga multifaset, mencakup keluasan spektrum mulai dari masalah sosial, ekonomi, hingga politik. Kita hidup di era di mana perubahan terjadi begitu cepat, eksponensial, sering kali tanpa peringatan sehingga menuntut adaptasi dan tawaran inovatif.



Ketika fokus organisasi bekerja, melakukan advokasi dan pemberdayaan kepada kelompok rentan dan lemah kita harus mempertanyakan kembali pengertian dari "pengembangan organisasi, advokasi dan pemberdayaan". Apakah cukup dengan sekadar penyediaan akses atau apakah perlu pendekatan lebih mendalam, yang tidak hanya menawarkan solusi jangka pendek tapi juga melampaui pemberdayaan? Menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengambil langkah lebih berani. Meletakkan setiap intervensi tidak hanya menciptakan dampak langsung tapi juga kesinambungan yang mampu memperkuat kelompok-kelompok tersebut mandiri dan berdaya.



Pendekatan lebih progresif bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Dalam konteks ini, progresif berarti memperluas wawasan, membuka diri pada inovasi, dan berani menantang norma-norma usang meski tanpa dukungan struktural. Bersama kelompok muda penuh energi dan gagasan, Lakpesdam sangat potensial memimpin perubahan di lingkungan NU. Kelompok muda dan para kader lebih dari penerima manfaat tapi juga mitra strategis yang mampu membawa angin segar menciptakan solusi kreatif dan berkelanjutan.



Bercermin pada pengalaman sebelumnya, mewujudkan visi butuh lebih dari sekadar niat baik. Diperlukan strategi, kerja keras, dedikasi, dan yang terpenting, kepemimpinan dengan keberanian mengambil risiko. Menghadapi resistensi adalah bagian dari proses. Kritik dan skeptisisme akan selalu muncul. Namun yang terpenting bagaimana kita, sebagai bagian dari kekuatan NU, tetap fokus pada tujuan, yaitu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

 


Mengemban amanat abad ke-2 Nahdlatul Ulama bukanlah tugas ringan. Amanat itu bukan berakhir dalam pidato-pidato di podium dan mimbar-mimbar. Abad ke-2 adalah perjalanan penuh tantangan sekaligus peluang. Semangat saja tidak cukup.

 


Dalam struktur dengan level apa pun, yakinlah kita ini hanyalah relawan dan bukan siapa-siapa. Dengan kerja sama timlah, kita dapat mendorong Lakpesdam PBNU menjadi lebih dari sekadar lembaga yang memberikan pembelaan, tapi simbol harapan dan pemberdayaan bagi masyarakat.



Terima kasih kepada Lakpesdam PBNU, di usia 39 tahun, berkat kerja sama beragam pihak telah banyak berkontribusi pada masyarakat tanah air dan  bangsa. Kepada para pendahulu, baik yang masih hidup atau sudah wafat, kita doakan yang terbaik seraya memaknai ibrah dari perjalanan panjang ini. Kita hadapi tantangan masa depan dengan keberanian, inovasi, dan terpenting, hati yang tulus membantu sesama.

 


Abi S. Nugroho, Pengurus Lakpesdam PBNU


Opini Terbaru