• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Ramadhan

Menemukan Lailatul Qadar

Menemukan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar. (Foto: NU Online)
Lailatul Qadar. (Foto: NU Online)

Ramadhan merupakan bulan istimewa karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar. ‎Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah menurunkan Al-Qur’an. Mayoritas ‎ulama berpendapat bahwa setiap tahun terjadi Lailatul Qadar. Ada riwayat yang ‎menyatakan bahwa Lailatul Qadar hadir di malam ganjil pada malam ke sepuluh ‎terakhir Ramadhan. Lailatul Qadar memiliki keutamaan sebagaimana yang ‎termaktub dalam (QS Al-Qadr [97]:1):‎
‎ 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

‎ 
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul ‎Qadar." (Qs Al-Qadr:1)‎
‎ 

Pendapat yang mengatakan malam Lailatul Qadar pada tanggal ganjil dari 10 malam ‎terakhir bulan Ramadhan. ‎
‎ 

 وعن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - يُجَاوِرُ في العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، ويقول: «تَحَرَّوا لَيْلَةَ القَدْرِ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضانَ». متفقٌ عَلَيْهِ.

‎ 
Artinya: “Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah bersabda: Carilah Lailatul Qadar itu ‎dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)‎
‎ 

Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam ‎I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa ‎dilihat dari hari pertama dari Ramadhan:‎
‎ 

 قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر  فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة . ‎ . ‎
‎ 

‎1.‎    Jika awalnya jatuh pada Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada ‎malam ke-29 ‎
‎2.‎    Jika awalnya jatuh pada Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21 ‎
‎3.‎    Jika awalnya jatuh pada Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar adar jatuh ‎pada malam ke-27 ‎
‎4.‎    Jika awalnya jatuh pada Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25 ‎
‎5.‎    Jika awalnya jatuh pada Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23‎
‎ 

Pendapat yang mengatakan Al-Qur’an diturunkan pada malam 17 Ramadhan ‎didasarkan pada hadits berikut:‎
‎ 

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال : مَا أَشُكُّ وَلاَ أَمْتَرِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعَ عَشْرَةَ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ أُنْزِل الْقُرْآنُ

‎ 
‎“Dari Zaid bin Arqam radhiyallahuanhu berkata, ”Aku tidak ragu bahwa malam 17 ‎Ramadhan adalah malam turunnya Al-Quran.” (HR Ath-Thabarani dan Abu ‎Syaibah)‎

‎ 
Ibn Hajr dalam kitab Fath al-Bari menerangkan, dari Ibn Abbas, bahwa sahabat ‎Umar mengundang para sahabat Nabi, seraya bertanya tentang turunnya Lailatul ‎Qadar; maka mereka pun sepakat bahwa ia turun pada hari kesepuluh yang terakhir ‎‎(al-asyr al-awakhir), malam di mana Rasul mengistimewakannya untuk ‎menperbanyak beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan ‎iktikaf.‎

‎ 
Imam Al Qurtubi berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam ke-27. ‎Berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab bahwa Rasul bersabda “Barang siapa yang ingin ‎memperbanyak amal ibadah di malam qadar, maka beribadahlah di malam yang ‎ke-27.”‎

‎ 
Banyak hadits meriwayatkan, bahwa Lailatul Qadar terdapat pada setiap tahun, ‎yaitu pada hari kesepuluh terakhir (hari ganjil) dalam bulan Ramadhan. Pada malam ‎itu umat Islam didorong dan dimotivasi untuk memperbanyak amal saleh, sebab ‎pada malam itu ada nilai plus (lebih baik daripada ibadah selama seribu ‎bulan).Sedangkan, Ibn Hajar mengatakan, bahwa yang benar Lailatul Qadar itu ‎turun pada malam ke-27, sedang menurut Imam Syafi’i pada malam ke-21.‎

‎ 
Menurut saya, tentu semua ini ada hikmahnya. Disebutkan, hikmah dan rahasia ‎Lailatul Qadar salah satunya adalah agar manusia berlomba-lomba memperbanyak ‎aktivitas keagamaan pada malam-malam tersebut untuk mencari ridha Allah. ‎

‎ 
Berikut doa yang diajarkan Al-Habib Salim bin Abdulloh Asy-Syathiri (ulama besar ‎Tarim-Yaman):‎
‎ 

اَللَّهُمَّ اِطَّلِعْ عَلَيْنَا لَيْلَةُ الْقَدَرِ اَلْعَظِيْمَةُ الْقَدَرِ فِى الْيَقُظَة وَ الْمَنَام


Artinya: ’’Ya Allah, datangkanlah kepada Lailatul Qadar yang mulia saat bangun ‎dan tidur.’’‎
‎ 

Doa lain yang dapat diamalkan adalah:‎
‎ 

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعِبَدَةً فِيْهَا

‎ 
Artinya: ‘’Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan ini dan pertemukanlah ‎kami dengan Lailatul Qadar dan beribadah di malamnya.’’
‎ 

Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi:‎
‎ 

 وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ  فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

‎ 
Artinya, “Dari sayyidah Aisyah, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai ‎Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang ‎harus kubaca?’ Rasulullah menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun ‎karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’ (HR At-Tirmidzi)‎
‎ 

H San Ridwan Maulana, Wakil Lembaga Dakwah NU Tangsel
Editor: M. Izzul Mutho


Editor:

Ramadhan Terbaru